Deskripsi biografi teman kerja ku.
Adzan dzuhur berkumandang. Aku keluar melewati gudang sebelah tempatku bekerja, untuk melaksanakan sholat. Berjalan sambil menunduk, aku malu melewati di depan para pekerja itu. Terpandang aku sosok laki-laki yang sangat berbeda ku lihat. Sorot mata yang tajam, fashionable, badan yang tegap, wajahnya menggambarkan ketegasan, putih kulitnya berhidung mancung,tinggi badanya. Sekilas aku, melihat sisi lain, dari sorot mata yang tajam itu banyak menyimpan kesedihan, kerinduan, harapan, dan keinginan besar yang belum ia dapatkan. Ada apa dengan pemuda ini? Tanyaku dalam hati. Mengapa semua tergambar jelas sekilas aku melihat? Tanyaku lagi dalam hati, sambil berjalan menuju masjid. Kini waktu istirahat jam ku sudah habis, kembali lagi ke tempat kerjaku. Dan, kini ia melihat ku. Aku pun mengalihkan pandangan ku ke lain. Sesaat tanyaku lagi maksud apa di dalam sorot matanya itu?
Waktu pun berlalu, Lama-lama aku dan dia berteman. Ku kenali sosoknya lebih dalam lagi. Ternyata, apa yang aku rasa ini betul. Dia yang waktu itu sekilas ku melihat. Menyimpan banyak luka, kesedihan, dan kerinduan. Namun, keadaan membuat nya bertahan untuk bersabar. Berbagai macan lontaran orang lain kepadanya, ia tetap bersabar menahan diri. Dan tak membalas perkataan Orang-orang. Ia selalu berprinsip, semua hal didunia ini punya resiko, jadi untuk apa takut. Dan, meyakinkan diri minsed is do'a.
Dan, ku tau ia seorang yang penutup, baik hatinya, ke sholehannya. Dan sesaat aku mencari usianya. Ternyata ia jauh dari usiaku. Sekarang usianya kian menambah menjadi 30 tahun. Ku harap sosok yang ia rindukan segera Allah datangkan. Ia teman laki-laki baik ku. Dan, bahagia dunia akhirat nya.
Walaupun usia sangat jauh. Ia tetap mau berteman dengan saya yang jauh dari usianya. Ia menyesuaikan segala sikap, sifat dan moralitas nya. Awalnya, ia adalah seorang guru honorer. Namun, tempat ia mengajar jaraknya jauh dari rumahnya. Saat berangkat Dan pulang sekolah ia harus menyembrang sungai. Dan, gajinya pun kecil. Perjuangan nya sangat lah tidak mudah tuk menjadi guru. Dan, sekarang ia bekerja sebagai kuli, angkat barang berat di gudang. Bukan title yang membuat ia malu dengan pekerjaan nya. Namun, ia lebih malu jika tak punya uang. Pekerjaan halal lebih penting dibandingkan gengsi yang selalu menahan. Dan, pada akhirnya perut pun keroncongan karena tak makan.
Sosok pemuda yang patut ditiru. Banyak impian yang belum dapat ia capai. Namun, ia tetap bersabar. Yaa, bersabar dalam penantian, dan dikucilkan. Tak menyangka dia hidup seperti itu. Kiranya, baik-baik saja seolah tak terjadi apa-apa. Namun, suatu hari ku bertanya langsung padanya. Dan, ia mengungkapkan isi hatinya.
Kisah perjalanan hidup nya tak mudah. Berbagai rintangan ia lalui dan lewati. Terlihat tampangnya seperti baik-baik saja. Dia menceritakan bahwa ia dikucilkan dan di bully oleh teman kerjanya. Mendengar itu, sedih rasanya. Tak menyangka mengapa bisa begitu. Memang ada apa dengan kerjanya. Dan, mengapa seperti di kucil kan. Ia seorang yang baik dan tak mengganggu kehidupan orang lain. Sebagai temannya memang tak banyak yang ku tau terang dirinya. Ia sering mengatakan bahwa dirinya sosok pendiam. Tapi, diamnya dia, ialah menjaga lisan dan tak ingin banyak berdebat. Berbagai macam ia memberikan nasihat yang baik. Memperdalam ‘ilmu agama, adalah hal terpenting baginya untuk menjadi seorang muslim yang baik.
Ia seorang pekerjaan keras, multitalenta dalam berbagai bidang, baik olahraga dan musik. Dulunya ia ingin menjadi seorang pemain gitar. Ia berekspertasi bahwa hobby nya ini dapat membawa nya mendapatkan pekerjaan. Namun, siapa sangka ia menjadi guru. Layaknya ia adalah seorang abang yang baik bagiku. Sesosok dewasa, perhatian, dan pengertian. Itu yang ingin kudapatkan dari saudara ku. Namun, aku tidak mendapatkan dari mereka, hanya saja aku mendapatkan dari orang lain yang sebelumnya tak ku kenal.
Awalnya kami tak begitu dekat. Ia adalah teman kerjakh satubya lagi. Bamun aku kurang menyukai nya karena ia suka berkata kasar dan suka bikin sakit hati orang lain. Berawal ia memfollow instagram ku, dan aku follow back. Dan, ia mengirim foto temanku satunya lagi saat ia sedang tertidur. Dan, aku membalas dm nya. Lama-lama karena sering dm, dia minta no. WA ku. Dan aku baru ingat bahwa kami belum saling tukar kontak. Berawal dari situ, ia adalah orang pertama teman dekat ku seorang laki-laki. Sangat canggung bagiku, karena sebelumnya aku tak biasa berteman dengan seorang laki-laki. Dari situ, kami banyak bercerita apapun. Saat aku tak punya uang ia membelikan ku makanan. Ia selalu pergi bekerja di siang hari, jarang tuk bertemu dengannya.
Suatu hari, aku bilang padanya bahwa aku akan berhenti bekerja. Ia sedih, tak sangka aku dia begitu. Dan, ia menanyakan, alasan kenapa aku berhenti bekerja. Karena, aku akan kuliah, dan aku ingin memfokuskan kuliah ku. Waktu pun berlalu. Dimana hari itu, ia menanyakan dan meminta tolong untuk memasukkan teman kerjanya. Awalnya, aku tak dibolehkan berhenti bekerja dengan orang tua ku. Namun, aku tak tega, maka aku memasukkan temannya untuk bekerja di tempat ku, dan mengganti pekerjaan ku. Waktu untuk kuliah pun hampir tiba, rasa sedih mengikuti. Bahwa aku tak akan pernah lagi bertemu dengannya.
Waktu pun berlalu, aku mengirim pesan pada temannya untuk mengganti kan ku bekerja. Dan, ku katakan pada bosku, bahwa aku berhenti bekerja disini. Dan, ada pengganti ku setelah berhenti. Bosku pun menerima nya. Sekarang ia bekerja di tempat kerja ku yang dulu. Hanya ini yang bisa ku bantu untuk membalas semua kebaikan nya. Aku tak punya uang untuk memberi hal yang istimewa. Namun, aku punya hal yang dapat membuat ia senang.
Setelah berhenti bekerja, akun jarang chattingan dan menukar kabar. Entah, bagaimana kabar nya saat ini. Masing-masing dari kami memfokuskan diri untuk mencapai impian. Ku harap dia tetap menjadi dirinya sendiri, dan tak sering bersedih. Entah kenapa, aku selalu bertemu dengan orang-orang yang baik. Dan, ku harap ia bergaul dengan orang yang bertemu dengan jodoh nya. Sukses dunia akhirat nya. Di lapangan kesabaran nya.
Oh iya, dia seseorang yang lucu. Pandai bergaul, tinggi, putih kulit nya, tajam matanya. Tampan dan manis. Orang kampung nya biasa memanggilnya dengan kundrit. Sesuai dengan suku nya yang Bugis. Berbagai macam nama-namanya. Seseorang yang baik, walaupun usia tua jiwa masih muda. Hahaha
Tak suka pada kebohongan, pemalu terhadap wanita. Suka berolahraga,anak silat. Sekian sekilas tentang biografinya