Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokaatuh
Alhamdulillah puji syukur kita panjatkan kepada allah SWT. Yang telah memberikan rahmat serta hidayah-Nya. Tiada daya dan upaya penulis ini tanpa pertolongan allah SWT.
Sholawat dan salam tercurahkan kepada nabi kita baginda rasulullah SAW. Yang mana beliau menjadi nabi terakhir yang menunjukkan jalan yang lurus yakni jalan di rahmati allah SWT. Semoga penulis mendapatkan syafa’at beliau di akhirat kelak. Aamiin.
Penulis juga megucapkan terima kasih kepada Bapak Mustakim Aris, M.Pd.I
Selaku dosen pengampu dimata kuliah Bahasa Arab yang telah memberikan tugas ini dengan judul pengertian isim, fi'il, huruf serta pembagian nnya.
Dengan selesainya tugas ini dibuat. Maka penulis sangat berterima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu menyelesaikan makalah ini. Penulis menyadari bahwa masih bayak kekurangan bahkan jauh dari kesempurnaan dalam tugas ini. Oleh karena itu,kririk dan saran yang membangun sangat diharapakan dari pembaca demi kesempurnaan tugas ini. Penulis berharap semoga penjelasan ini bermanfaat bagi kita semua. Aamiin yaa robbal ‘alaamiin.
Wassalamu’alaikum warohmatllahi wabarokaatuh.
Pontianak,4 November 2020
Pengertian isim
Isim dikenal dengan جر maknanya خفض secara bahasa tunduk atau merendah diri menurut istilah dan pengertian nya.
Contoh :
بسم الله
mengenai definisi dari isim yang cukup sederhana yaitu semua kata yang mencakup orang, hewan, tumbuhan, benda mati, atau jenis benda yang lain.
Isim dilihat dari umum khususnya dibagi menjadi dua macam yaitu
dua macam yaitu :
1. Isim Nakiroh "إسم نكرة"
Adalah isim yang merujuk pada sesuatu yang masih umum (kata benda umum) belum jelas rujukannya pada satu hal. "كُلُّ اسْمٍ يَدُلُّ عَلَى غَيْرِ مُعَيَّنٍ". Contoh : إِنْسَانٌ (manusia), أًسَدٌ (singa), dan زَهْرَةٌ (bunga). Tiga contoh tersebut masih mempunyai makna yang umum, kata singa masih umum dan belum jelas merujuk pada singa tertentu. Apabila kata tersebut ditambah dengan kata “itu” menjadi “singa itu/singa yang itu” maka kata tersebut menjadi khusus.
2. Isim Ma’rifat “إسم معرفة”
Adalah isim yang merujuk pada sesuatu yang khusus (kata benda khusus) yang sudah jelas rujukannya pada sesuatu. "كُلُّ اسْمٍ يَدُلُّ عَلَى مُعَيَّنٍ" . contoh : مُحَمَّدٌ (Muhammad), الإِنْسَانُ (orang itu), هَذَا الأَسَدُ (singa ini), زَهْرَةُ البَنَفْسَجِ (bunga ungu). Contoh-contoh di atas termasuk ke dalam isim ma’rifat karena semua kata sudah merujuk pada satu kata tertentu yang sudah jelas maknanya.
-Dhomir (الضَّمِيْر)
Isim dhomir adalah kata ganti baik untuk orang pertama, kedua maupun ketiga.
- ‘Alam (العَلَم)
Isim ‘Alam adalah kata yang menjelaskan nama orang, tempat, daerah, negara, atau nama lainnya.
-Isim Isyaroh (اسْم الإِشَارَة)
Isim Isyaroh adalah kata yang menunjukkan makna isyarat (kata isarat).
Isim Mausul (اسْم المَوْصُوْل)
Isim Mausul adalah kata yang dijadikan penghubung sebagai frasa dalam kalimat tertentu dan biasanya diartikan dengan “yang”.
Isim Nakiroh yang di sandarkan pada Isim Makrifat (المُضَاف إِلَى مَعْرِفَة)
Jenis kata ini tidak secara mandiri menjadi isim ma’rifat, akantetapi karena ada hubungan dengan kata lain yaitu karena menjadi mudhof pada kata tertentu.
Pembagian isim dilihat dari jenisnya
Isim dilihat dari jenisnya dibagi menjadi dua macam yaitu :
1. Isim Mudzakkar “إسم مذكر”
Isim mudzakkar adalah isim yang menunjukkan makna dengan identitas maskulin (laki-laki) pada manusia, hewan maupun benda. "مَا دَلَّ عَلَى الذُّكُوْرَ مِنَ النَّاسِ وَالحَيَوَانَاتِ" . contoh: أَبٌ (ayah), تِلْمِيْذٌ (siswa), أَسَدٌ (singa), حِصَانٌ (kuda), سَيْفٌ (pedang), كِتَابٌ (buku).
Isim Mu’annas “إسم مؤنث”
Isim mu’annas adalah isim yang menunjukkan makna dengan identitas feminim (perempuan) pada manusia, hewan maupun benda. "مَا دَلَّ عَلَى الإِنَاثَ مِنَ النَّاسِ وَالحَيَوَانَاتِ" . contoh: أُمٌ (ibu), امْرَأَةٌ (perempuan), حَيَةٌ (ular), صُوْرَةٌ (gambar), كُرَّةٌ (bola).
Pembagian isim dilihat dari jumlahnya
Isim dilihat dari jumlah dibagi menjadi tiga macam yaitu
1. Isim Mufrod “اسم مفرد”
Isim mufrad adalah isim yang merujuk pada suatu makna dengan jumlah tunggal (satu). "مَا دَلَّ عَلَى وَاحِدٍ أو وَاحِدَةٍ". Semua isim yang belum mengalami perubahan dengan penambahan di akhir kata maupun perubahan bentuk, secara otomotis mengandung makna jumlah tunggal. Contoh ; كِتَابٌ (satu buku), قَلَمٌ (satu bolpoin).
Isim Mutsanna “اسم مثنى”
Isim mutsanna adalah isim yang merujuk pada suatu makna dengan jumlah ganda (dua) dengan menambahkan alif dan nun (ان) pada kondisi rafa’ atau ya’ dan nun (ين) pada kondisi nashab dan jar. Contoh : حَضَرَ الطَّالِبَانِ (dua siswa itu telah datang), رَأَيْتُ الطَالِبَيْنِ (saya melihat dua siswa), مَرَرْتُ بِطَالِبَيْنِ (saya melewati dua siswa).
Isim Mutsanna “اسم مثنى”
Isim mutsanna adalah isim yang merujuk pada suatu makna dengan jumlah ganda (dua) dengan menambahkan alif dan nun (ان) pada kondisi rafa’ atau ya’ dan nun (ين) pada kondisi nashab dan jar. Contoh : حَضَرَ الطَّالِبَانِ (dua siswa itu telah datang), رَأَيْتُ الطَالِبَيْنِ (saya melihat dua siswa), مَرَرْتُ بِطَالِبَيْنِ (saya melewati dua siswa). Contohnya :
المُسْلِمُوْنَ إِلَى المَسْجِدِ
Orang-orang Islam (lk) pergi ke masjid
ذَهَبَتْ المُسْلِمَاتُ إِلَى المَسْجِدِ
Orang-orang Islam (pr) pergi ke masjid
المُسْلِمُوْنَ إِلَى المَسْجِدِ
Pengertian fi'il
Fi’il adalah kata yang menunjukkan arti pekerjaan atau peristiwa yang terjadi pada suatu masa atau waktu tertentu (lampau, sekarang dan yang akan datang). Hampir seperti pengertian kata kerja dalam bahasa Indonesia, namun ada perbedaan sedikit.
Contoh :
Bekerjalah = اُفْعُــلْ
Sedang/ akan bekerja = يَفْــعُــلُ
Macam-Macam Fi’il
1. Fi’il Madhi (Lampau)
Secara terpisah fi’il berarti kata kerja. Sedangkan madhi berarti yang telah lampau atau lewat. Jadi, apabila digabung fi’il madhi ialah kata kerja yang menunjukkan terjadinya suatu pekerjaan atau peristiwa pada waktu lampau.
Ciri-ciri Fi’il Madhi
Ciri-cirinya antara lain tampak pada huruf asli kata kerjanya dan pada umumnya mengandung suara “a” , misalnya كَـتَـبَ (telah menulis), قَــرَأَ (telah membaca) karena dia berharakat fathah.
Fi'il Mudhari' (Sekarang)
2.Fi’il mudhari’ adalah kata yang menunjukan arti dalam dirinya yang dikaitkan dengan waktu yang mengandung arti sekarang atau yang akan datang.
Ciri-ciri Kalimah Fi’il Mudhari’ adalah dimulai dengan huruf Mudhoro’ah yang empat yaitu أ – ن – ي – ت .
Contohnya : Dia akan menulis = يَكْتُبُ
3.Fi'il Amar atau Kata Kerja Perintah adalah fi'il yang berisi pekerjaan yang dikehendaki oleh Mutakallim (pembicara) sebagai orang yang memerintah agar dilakukan oleh Mukhathab (lawan bicara) sebagai orang yang diperintah.
Ciri-ciri Fi’il Amr dapat menerima Nun Taukid beserta menunjukkan perintah.
Contoh Fi'il Amar
tulislah ! = اُكْتُبْ
bukalah ! = اِفْتَحِ
Huruf adalah kata yang menunjukan arti jika disandingkan dengan kata lainnya.
dari pengertiannya pastinya sudah sangat jelas bahwa huruf dalam ilmu nahwu yaitu kata yang tak dapat diketahui artinya jika tidak disandingkan dengan kata lainnya. sebagai contoh : إِلَى , kata tersebut adalah termasuk huruf, dan karena ia sendirian tanpa disandingkan dengan kata lainnya (isim/fi'il) maka ia tidak dapat dipahami arti sesungguhnya. tapi jika di tambah dengan kata lain, contoh : أَذْهَبُ إِلَى المَسْجِدِ 'saya pergi ke masjid', nah kata yang saja tandai itu sekarang mempunyai arti yang jelas yaitu 'ke'.
Berikut ini kategori huruf yang khusus masuk pada isim :
Barangkali
كَأَنّا
ط
Bagaikan, seakan-akan
لاَ
tidak
لَكِنَّ
akan tetapi
كَـl
seperti
مِنْ
dari
بِـ
dengan
إِلَى
Ke/kepada
عَلىَ
Di atas
عَن
tentang
فِي
Di dalam
Huruf
Ada juga huruf yang menjadikan i'rob kata setelahnya berubah menjadi nashob, jar, dan jazm. Huruf-huruf ini juga sering disebut dengan 'awamil (huruf yang menyebabkan suatu kata dihukumi nashob, jar, atau jazm).
Huruf Jar (في، من، الى، علىعلى) .
Daftar Pustaka
http://immtarbiyahpwt.blogspot.co.id/2011/09/huruf-dalam-bahasa-arab.html
Kitab 'syarah mukhtashor jiddan'
http://bahasadhod.blogspot.com/2018/05/isim-dan-pembagiannya.html
http://kumpulanreferansi.blogspot.com pengertian-dan-macam-macam-fiil-dalam.html?m=1
http://arabunaa.blogspot.com/2017/02/pengertian-huruf-dalam-ilmu-nahwu-dan.html?m=1
Kitab al-jurumiyah